2 hari yang lalu, saya debat sama mama saya. Debatnya bukan yang buat saya jadi kurang ajar yah, bukan itu. Jadi debatnya itu soal MISS WORLD. "Miss World aja didebatin. Kurang kerjaan", mungkin sebagian orang bakal bilang kayak gini kalo dia belum tau sebenarnya Miss World itu punya sisi lain.
Jadi gini ceritanya. Malam itu mama nyamperin saya yang lagi buat video maker tugas Bahasa Indonesia.
"Lin.. Kapan sih acara Miss World??"
"Kenapa emangnya Ma??"
"Mama mau nonton lah.. Cantik-cantik cem finalisnya :D"
"Mama.. Buat apa nonton Miss World. Nggak ada untungnya, kalo kita nonton sama aja kita ngedukung kapitalis untuk mengeksploitasi wanita. Perempuan yang jadi finalis Miss World itu cuman dimanfaatin. Auratnya diperlihatkan ke orang-orang tanpa ada rasa malu. Indonesia nih Negara yang mayoritasnya beragama Islam, tapi nggak banyak orang-orang yang beragama Islam ini malah kemakan omongannya orang-orang barat. Mama pernah liat ada orang gendut jadi finalis Miss World?? Nggak ada kan?? Udah jelas nggak ada, apa yang mau dilihat.. Lemak-lemak yang ada di badannya?? Seksinya aja nggak ada, jadi orang-orang kapitalis dan para penikmat Miss World dan Miss Miss lainnya nggak kerasa nafsunya, yang dilihat lemak semua"
"Mana ada orang gendut ikutan Miss World ana.. Mana sukses acaranya, mana sukses juga orangnya"
"Nah itu dia.. Bukannya nggak sukses acaranya, tapi penikmatnya yang nggak puas lihat badan-badan yang subur kayak gitu. Jadi intinya, wanita itu di ekspos melalui ajang kecantikan yang membuat wanita-wanita ini menjadi rendah, rela memperlihatkan aurat hanya untuk memperkenalkan budaya, MAKSIAT berkedok BUDAYA. Kalo emang pengen memperkenalkan budaya bisa pake cara lain kan,,?? Contoh, ambil aja dari dunia Photographi. Ada lomba tingkat Internasional terus masukin foto yang punya unsur budaya, ternyata menang. Turis-turis yang ngeliat foto itu kan pasti bakalan penasaran dan datang ke Indonesia karna lihat foto itu. Intinya memperkenalkan budaya bukan berarti harus memperlihatkan aurat wanita kedepan umum dan kepada lelaki yang bukan mahramnya. Soal orang yang gendut nggak sukses, kesuksesan seseorang nggak bisa dinilai dari postur badannya ma, tapi dari usahanya. Buktinya, banyak tuh artis-artis yang gendut tapi sukses. Ibu-ibu wirausaha yang gendut juga bisa sukses. Jadi sukses itu bukan berarti seksi dan cantik, tapi sukses karna usaha dan do'a"
Inti dari percakapan ini adalah :
1. Ajang Miss World adalah ajang mempertontonkan aurat kepada khalayak ramai yang belum tentu semuanya itu adalah mahramnya.
2. Merendahkan kaum hawa dengan acara-acara yang jauh dari kata layak tonton
3. Secara tidak langsung semua yang ikut peran dalam acara itu sudah bermaksiat karna sudah melihat aurat-aurat para finalis.
4. Memperkenalkan budaya lewat cara yang salah.
5. Menjatuhkan kredibilitas seseorang karna postur badan
6. Suksesnya seseorang bukan karna ikut ajang ini. Tapi suksesnya seseorang karna usaha dan do'a
7. #HAPUSKAN MISS WORLD, HAPUSKAN MISS UNIVERSE, HAPUSKAN MISS INDONESIA DAN MISS MISS LAINNYA.